Ancaman Resesi di Depan Mata, Airlangga: RI Tak Sedalam Negara Lain

0
78

Sumber: rri.co.id

LiputanIslam.com— Perlambatan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 membuat Indonesia terancam memasuki jurang resesi. Para ekonom dan pemerintah telah memproyeksikan ekonomi RI akan terkontraksi pada kuartal II 2020. Jika aktivitas ekonomi tetap melemah, ancaman resesi sudah di depan mata.

Di sejumlah negara, resesi secara teknis sudah terjadi. Contohnya, pertumbuhan ekonomi Thailand pada kuartal I minus 1,8 persen dan 11,1 persen di kuartal II. Di Singapura, pertumbuhan ekonomi terkontraksi 41,2 persen quarter on quarter atau -12,6 persen (yoy). Brazil dan India pun sama karena ekonominya minus double digit. Lalu, Bagaimana kondisi perekonomian di Indonesia?

Baca: Core: Ancaman Resesi Sudah di Depan Mata

Pada kuartal I 2020, ekonomi Indonesia tumbuh 2,97 persen atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,05 persen. Pada kuartal II, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi akan minus 3,5 persen hingga 5,1 persen, dengan titik tengah di minus 4,3 persen. Jika ekonomi RI terkontraksi pada kuartal III 2020, maka Indonesia resmi mengalami resesi.

Dalam hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kalaupun Indonesia mengalami resesi, tapi jurang resesinya sedalam negara lain.

“Indonesia pada kuartal I 2,97 persen, kuartal II itu antara -3,8 persen sampai -5 persen. Menteri Keuangan prediksi minus 4,2 persen. Kita masih di atas. Jadi jurangnya (resesi) itu tidak sedalam negara lain,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (22/7).

Dia menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi agar ekonomi RI tidak menurun tajam. Salah satunya adalah pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar sektor kesehatan, perlindungan sosial, korporasi, UMKM, hingga sectoral dan pemerintah daerah.

Dia optimis dengan adanya program tersebut perekonomian Indonesia pada kuartal III dan kuartal IV 2020 akan membaik.

“Kita jaga adalah kuartal III jad bisa 0 persen sehingga kuartal IV positif,” ucapnya. (sh/kompas/kontan/detik)

 

 

 

DISKUSI: