Jimly: New Normal Harus Diikuti Disiplin Protokol Kesehatan yang Tinggi

0
109

LiputanIslam.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Jimly Asshiddiqie mengatakan pemberlakuan normal baru (new normal) mesti diikuti dengan kedisiplinan pada protokol kesehatan COVID-19 secara konsisten dilaksanakan semua komponen bangsa.

“Pemberlakuan normal baru (new normal) dengan kedisiplinan yang longgar dikhawatirkan dapat membuat penyebaran virus lebih parah karena dibukanya pusat kegiatan publik,” ujar Jimly dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (31/5).

Jimly mengatakan jika mengacu pada standar Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO), Indonesia masih pada tahap kondisi penyebaran virus yang meningkat. Sementara sampai saat ini, obat untuk penyakit menular virus corona 2019 (Corona Virus Disease 2019/ COVID-19) belum juga ditemukan.

Untuk itu, Jimly menyerukan kepada Pemerintah agar tidak terburu-buru menerapkan normal baru.

“Mengingat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saja masih belum dilaksanakan secara konsisten, baik dari penegakannya maupun kedisiplinan masyarakat, pemberlakuan new normal masih perlu waktu,” ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Baca juga: Terapkan New Normal, IPI Tunggu Detail Protokol Kesehatan Pemerintah

Menurutnya, sebelum menerapkan normal baru, pemerintah perlu terlebih dulu memfasilitasi Lembaga Penelitian agar mampu mengidentifikasi jenis virus di wilayah Indonesia dan mengupayakan semaksimal mungkin menghasilkan vaksin sendiri.

Selain itu juga perlu diadakan sosialisasi konsep, model, maksud dan tujuan normal baru sehingga pemerintah memiliki pertimbangan dan perhitungan yang cermat dan terukur mengenai pemberlakuan new normal. (Ay/Antara/JPNN)

DISKUSI: