Jelang Satu Abad, NU Semakin Jadi Pengayom Bangsa

0
150

Sumber: duta.co

Jakarta, Liputanislam.com– Cucu pahlawan nasional KH As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KH Ahmad Azaim Ibrahimy menyampaikan harapannya terhadap Nahdlatul Ulama (NU) yang pada 31 Januari ini akan berusia ke-94 tahun. Menjelang usianya ke satu abad ini, NU semakin meneguhkan diri sebagai pengayom dan teladan bagi anak bangsa.

“Di usianya yang ke-94 tahun tentu bukan hanya persoaalan kematangan, tetapi ini adalah nilai ‘kesepuhan’ yang mengayomi, mandiri, menjadi rujukan banyak orang, terutama generasi mendatang,” ucapnya di Kantor PBNU Jakarta pada Rabu (29/1).

Menurutnya, usia hampir satu abad itu kalau manusia sudah termasuk sepuh. Karena itu NU harus terus mewariskan keteleladanan untuk generasi bangsa. “Sosok yang sepuh ini harus mewariskan keteladanan yang terus mengalir di setiap darah generasi mendatang,” ungkapnya.

Sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-94 ini, yakni tentang kemandirian. Bahwa NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan harus mampu mandiri. Dan untuk mencapai itu NU hendaknya sepenuhnya kembali ke khittah 1926, kembali ke garis dan landasan perjuangan asalnya.

Baca: Kiai Said: Dengan Karakter Baik, Warga NU Harus Kuasai Teknologi

“Jawabannya adalah khitah. Karena dengan khitah semua akan menemukan akar muaranya di mana asal kearifan NU itu berasal,” tambah Kiai Azaim. (aw/duta/republika).

 

DISKUSI: