Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Petakan Covid-19 Hingga ke Desa

0
248

Sumber: Laduni.id

Surabaya, Liputanislam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar meminta pemerintah agar lebih detail memetakan zona penyebaran wabah virus corona (covid-19). Menurutnya, pemetaan secara detail dan luas hingga ke desa dan perkampungan itu penting agar masyarakat tidak bingung menjelang bulan suci Ramadhan ini.

“Bila perlu diperkecil sampai ke tingkat desa tingkat kampung. Mana yang zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Ini yang bisa hanya pemerintah, biar rakyat tidak semakin bingung,” ucapnya di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir tribunnews.com pada Sabtu (11/4).

Kiai Miftah menjelaskan, adanya pemetaan zona berguna untuk acuan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Agama terkait panduan ibadah bulan Ramadan di tengah wabah Virus Corona. Apalagi dalam panduan itu disebutkan salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Sementara pelaksanaan Salat Idul Fitri yang dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan.

“Kalau keadaan belum membaik kan jelas. Dalam edaran itu ada kata-kata dalam kondisi tidak memungkinkan, kalau itu alasannya kita terima, tapi jangan digeneralisir. Jangan digebyah uyah (Menyamaratakan), setiap wilayah berbeda keadaannya,” ujarnya.

Baca: Bantu Pemerintah, NU Sumsel Cek Kesehatan Santri

Ia mencontohkan mencontohkan Kota Surabaya saat ada orang di salah satu kampung positif, maka satu kecamatan bahkan se Surabaya di zona merah semua. “Padahal di Surabaya ada kecamatan yang masih zona hijau dan shalat Jumat masih dilakukan. Tapi tetap waspada, disiapkan hand sanitizer, ada tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan sebagai sebuah ikhtiar,” tambahnya. (aw/detik/tribun).

DISKUSI: