Jakarta Terapkan PSBB Lagi, Ini Kata Sri Mulyani

0
209

Sumber: suara.com

LiputanIslam.com— Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II di Jakarta akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional. Sejumlah ekonom memprediksi, kebijakan tersebut akan membuat Indonesia jatuh pada lubang resesi.

Terkait hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini tengah memantau perkembangan penerapan PSBB di Jakarta dan dampaknya terhadap perekonomian.

“Kita sekarang sedang melakukan monitoring dan melihat data-data berhubungan dengan pergerakan seiring dengan pemberlakuan PSBB mulai 14 September oleh pemerintah DKI. Sesuai yang diumumkan, PSBB sifatnya pada beberapa yang ditengarai sebagai pusat penyebaran covid yakni perkantoran,” kata Sri Mulyani, Selasa (15/9).

Baca: PSBB Jakarta, BPS: Berdampak Besar Terhadap Perekonomian Indonesia

Dia menjelaskan, PSBB jilid II ini berbeda dengan PSBB ketat pada Maret lalu. Saat itu, seluruh kegiatan masyarakat terhenti. Sedangkan saat ini, penerapan PSBB fokus pada pusat penyebaran Covid-19, yaitu di perkantoran.

Meski begitu, kantor-kantor di Jakarta masih bisa beroperasi dengan kapasitas yang dibatasi menjadi 25 persen. Jadi, situasinya sangat berbeda dengan penerapan PSBB yang pertama.

“Artinya PSBB sekarang berbeda dengan situasi pada Maret dan April yang waktu itu memberikan situasi di mana seluruh kegiatan masyarakat terhenti. Sekarang kita melihat skalanya menurun,” ungkapnya.

Akan tetapi, PSBB Jakarta tetap akan memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan ekoomi pada kuartal III akan cenderung pada batas bawah proyeksi, yakni -2,1 persen, atau lebih rendah dari batas angka tersebut.

“Seperti pada Maret lalu penurunan (pertumbuhan ekonomi) mencapai 2 persen, kita memperkirakan mungkin lower end-nya yang -2,1 persen atau bisa jadi lebih rendah dari -2,1 persen,” ucapnya. (sh/kompas/detik)

DISKUSI: