Jaga Mental Anak Yatim, Habib Syech: Santunan Untuk Mereka Sebaiknya Tidak Terbuka

0
347

Sumber: NU Online

Jakarta, Liputanislam.com– Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf meminta santunan untuk anak yatim dilakukan dengan cara tertutup saja, alias tidak terbuka secara umum. Hal itu menurutnya demi menjaga mental para anak yatim agar tidak malu dan rendah diri. Karena itu, pemberian santunan cukup sombolis.

“Acara anak yatim boleh kita adakan tapi secara tidak terbuka. (Jika) acaranya terbuka, silakan, (tapi) pembagian hadiah untuk si anak yatim itu diberikan simbolis saja, satu, yang lainnya nanti di kamar atau di rumah masing-masing, diantar, itu lebih mulia,” ucapnya, seperti dilansir nu.or.id Jakarta pada Rabu (18/8).

Habib Syech mengatakan biasanya di bulan Muharram ini banyak orang yang mengumpulkan anak yatim lalu memberikan hadiah berupa amplop. Sesuai anjuran Nabi, mereka memberi amplop sambil mengusap kepala sang anak.  Namun yang harus dipahami, lanjut dia, mengusap kepala disini harus dimaknai lebih mendalam, bukan hanya makna lahir saja.

“Betul memang, dikatakan: barangsiapa yang mengusap kepalanya si anak ini tadi, dia akan dapat ampunan sebanyak rambut si anak ini tadi, kan gitu. Itu maksudnya kasih sayang, bukan terus kepalanya anak sekian ratus diusap semua,” terangnya.

Baca: Ikuti Aturan Baru Pemerintah, Sejumlah Rumah Sakit Turunkan Harga Tes PCR

Habis Syech mengingatkan bahwa mengurus anak yatim bukan sebatas memberi pesangon tiap tahun kepada mereka. “Mengurusi ini bukan dengan memberi amplop saja, dididik mereka, diajar Qur’an, diajar ilmu, supaya nanti dia besar bisa bekerja, bisa membantu orang tuanya dan bisa hidup seperti orang-orang lain hidup, dan itu yang penting,” ungkapnya. (ar/NU).

DISKUSI: