Inflasi Februari Diperkirakan Terkerek Gara-gara Virus Corona

0
137

Sumber: pasardana.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Inflasi Februari 2020 diperkirakan akan terkerek akibat virus corona. Sebab, impor bawang putih dari China terhambat sehingga menyebabkan kenaikan harga.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, harga bawang putih semakin naik sementara impor bawang putih dibatasi karena kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona.

“Di awal tahun ini, volatile food sudah jadi ancaman, khususnya komoditas bawang putih karena harganya naik cukup tinggi akibat hambatan impor dari China,” kata Bhuma, Jumat (14/2).

Baca: Ekonom Prediksi Inflasi Januari 2020 Stabil

Bhima menilai, harga bawang putih akan semakin tinggi seiring meningkatnya kebutuhan pada bulan Ramadan yang jatuh pada Mei 2020.  Jika impor terlambat sedikit jasa, maka harga bawang putih akan terus melonjak.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu mengamankan pasokan bawang putih dengan mencari alternatif impor dari negara selain China.

Senada dengan Bhima, ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan, Indonesia banyak mengimpor bahan baku dari China yang digunakan oleh industri makanan dan minuman, salah satunya adalah bawang putih. Gangguan pasokan komoditas tersebut akan menyebabkan inflasi.

“Kalau impor bawang putih terganggu ini akan mengancam stabilitas pasokan dalam negeri dan terjadi inflasi dari sisi supply shock,” ujarnya.

Berdasarkan Survei BI, inflasi pekan pertama Februari mengalami inflasi sebesar 0,23 persen secara bulanan dan 2,94 persen secara tahunan. Sumber inflasi ini berasal dari sejumlah komoditas, seperti cabai dan bawang. (sh/ekonomi.bisnis/cnnindonesia/wartaekonomi)

DISKUSI: