Indonesia Prakarsai Pertemuan DK PBB Bahas Keadaan Palestina

0
98

Sumber: kompas.com

New York, Liputanislam.com– Indonesia memperkarsai dilakukannya pertemuan khusus Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas persoalan Palestina. Duta Besar sekaligus Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani mengatakan bahwa forum DK PBB di New York pada Selasa (11/2) itu mendengarkan langsung pidato Presiden Palestina Mahmoud Abbas pasca-pengumuman usulan perdamaian yang disampaikan pada 28 Januari 2020 lalu.

“Kami meminta pertemuan ini karena perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, yang dapat menimbulkan keprihatinan banyak pihak, dan mempengaruhi stabilitas kawasan serta belahan dunia lainnya,” ucap Triansyah.

Dalam pertemuan itu pertemuan itu, pemerintah Indonesia menyampaikan dukungan penuh Indonesia kepada Palestina sambil mengingatkan kembali peran PBB, terutama DK PBB, untuk melakukan hal yang benar dan adil bagi rakyat Palestina. “Perkenankan saya menyampaikan kembali solidaritas dan dukungan penuh pemerintah dan bangsa Indonesia terhadap perjuangan Palestina,” ucap Trian kepada Presiden Mahmoud Abbas.

Indonesia menegaskan posisinya yang jelas dan konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, yang mengakar kuat pada amanat konstitusi Indonesia. Untuk itu, pemerintah Indonesia konsisten pada penyelesaian solusi dua negara dan mengecam berbagai tindakan Israel yang terus menduduki wilayah Palestina yang dapat berdampak pada upaya mencapai perdamaian.

“Pemerintah Indonesia juga mengingatkan bahwa DK PBB berutang kepada rakyat Palestina untuk menemukan solusi berkelanjutan atas situasi kemanusiaan rakyat Palestina yang sangat memprihatinkan,” tandasnya.

Baca: Resmi! Pemerintah Indonesia Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS

Sementara Presiden Palestina Mahoud Abbas menyatakan menolak tegas rencana perdamaian yang disusun Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, hal itu telah melanggar legitimasi internasional dan inisiatif perdamaian Arab. Rencana perdamaian Trump telah mengesahkan apa yang ilegal, yakni pemukiman Israel di Tepi Barat.

“Rencana ini mencabut hak-hak warga Palestina, hak kami untuk menentukan nasib sendiri, bebas, dan merdeka, di negara kami sendiri,” ujarnya di depan DK PBB pada Selasa (11/2).

Abbas pun menegaskan bahwa penolakan terhadap rencana perdamaian Trump tak hanya disuarakan negaranya. Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Uni Afrika, dan Uni Eropa juga bersikap sama seperti Palestina. (aw/republika/kompas).

 

DISKUSI: