Indonesia Naik Jadi Negara Menengah ke Atas, Kemiskinan Malah Meningkat

0
73

Sumber: cnbcindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Dunia menaikan kelas Indonesia dari negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country).

Naiknya kelas tersebut didasarkan pada hitungan terhadap penghasilan nasional bruto (gross national income/PNB). Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia, negara berpenghasilan menengah ke bawah itu yang PNB per kapitanya 1.036-4.045 dolar AS. Sedangkan, negara berpenghasilan menengah ke atas itu PNB per kapitanya sebesar 4.046-12.535 dolar AS.

PNB per kapita Indonesia pada 2018 lalu tercatat sebesar 3.840 dolar AS. Kemudian, PNB Indonesia naik di 2019 menjadi 4.050 dolar AS. Kenaikan ini membuat Indonesia masuk dalam kategori negara berpenghasilan ke atas.

Baca: Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 Persen

Hal ini direspon baik oleh pemerintah. Presiden Jokowi mengatakan, naiknya Indonesia menjadi negara kelas menengah atas berarti Indonesia berada di arah yang benar.

“Capaian patut kita syukuri, kita sudah kala kea rah yang benar. Kita harus menuju ke negara berpenghasilan tinggi dengan mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, kenaikan status itu sebagai tahapan strategis dan landasan kokoh menjuju Indonesia Maju Tahun 2045.

Akan tetapi, peningkatan kelas tersebut tidak seiring dengan berkurangnya pengangguran dan kemiskinan. Menurut perthitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), tingkat kemiskinan tumbuh menjadi 10,63 persen.

Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebutkan, total penduduk miskin diprediksi akan meningkat dari 24,79 juta orang menjadi 28,7 orang, dan jumlah pengangguran meningkat di kisaran 4,03 juta orang sampai 5,2 juta orang pada tahun ini.

Senada dengan Suharso, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia akan meningkat tahun ini. Sebab, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan jatuh.

“Biasanya kita tumbuh 5 persen, tapi saat ini jika kita bisa bertahan di 0 persen itu sudah bagus. Tapi itu berarti kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat,” ujarnya. (sh/bbc/kumparan)

 

DISKUSI: