Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 Persen

0
91

Sumber: sinarharapan.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 anjlok di kisaran -4 persen hingga -6 persen.

“Kami di Kadin berpendapat bahwasanya akan terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi antara -4 persen sampai -6 persen di kuartal II 2020,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Sabtu (4/7).

Rosan mengatakan, ekonomi Indonesia akan terkontraksi tajam karena proses stimulasi penanganan Covid-19 masih sangat lambat.

“Penyerapan di berbagai bidang, seperti kesehatan baru 1,54 persen, perlindungan sosial di 28,63 persen, insentif usaha 6,8 persen, UMKM 0,06 persen, korporasi 0 persen dan sektoral pada 3,65 persen,” terangnya.

Baca: BI Prediksi Inflasi Pekan Pertama Juli 0,04 Persen

Lambatnya progres stimulus penanganan tersebut akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial, dan perekonomian menjadi lebih berat. Selain itu, hal ini akan membuat pertumbuhan ekonomi di kuartal III terkontraksi sehingga secara teknis Indonesia masuk dalam fase resesi.

Dari sisi perdagangan, surplus yang terjadi pada April dan Mei 2020 disebabkan adanya penurunan impor yang lebih tinggi dibandingkan penurunan ekspor. Sedangkan dari sisi investasi, penurunan realisasi penanaman modal asing diperkirakan lebih menurun pada kuartal II 2020.

Dia menuturkan, ketidakpastian dari Covid-19 tidak hanya mempengaruhi arus perdagangan dan investasi, tapi juga penurunan daya beli atau konsumsi dalam negeri pada kuartal II. Hal ini terlihat dari penurunan indeks penjualan riil sebesar -16,9 persen pada April dan -22,9 persen pada Mei, dan penurunan indeks keyakinan konsumen sebesar -33,8 persen pada April dan -39,3 persen pada Mei.

Dalam hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah harus mencari cara agar pertumbuhan ekonomi dalam negeri tidak masuk zona negatif sampai akhir tahun.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus bisa terangkat paling tidak pada kuartal III dan IV sehingga secara akumulatif ekonomi Indonesia tidak terlalu jatuh.

“Kuaral III dan IV diharapkan meningkat tetapi kita tahu bahwa yang bisa mengelak kuartal III mau tidak mau adalah peran pemerintah,” ujarnya. (sh/merdeka/tempo/liputan6)

 

 

DISKUSI: