Indonesia Menuju New Normal, Ini Daerah yang Sudah Siap

0
113

Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah tengah bersiap-siap untuk menerapkan tatanan hidup normal baru atau new normal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, ada beberapa daerah yang sudah siap untuk menerapkan tatanan baru tersebut.

Airlangga menerangkan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar new normal bisa diterapkan di suatu daerah, yaitu perkembangan Covid-19, pengawasan terhadap virus atau kesehatan public, kapasitas pelayanan kesehatan, persiapan dunia usaha, dan respon publik.

Baca: Mendes: Kebijakan New Normal Harus Jalan

Dia melanjutkan, syarat pertama didasarkan pada indikator penularan menggunakan angka reproduksi dasar wabah (R0). Syarat angka reproduksi wabah menjadi syarat mutlak yang ditetapkan pemerintah. Tolak ukurnya angka reproduksi R0 pada waktu t (Rt) atau angka reproduksi efektif harus di bawah 1.

Dia menyebutkan, berdasarkan tolak ukur tersebut, beberapa daerah yang sudah bisa menerapkan new normal di antaranya adalah Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.

“Di Jawa terlihat trend, di Jawa Tengah, di bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta trendnya sudah menurun dan relative menurun di bawah 1 di dalam tracking dalam tiga bulan terakhir,” kata dia, Rabu (27/5).

Kemudian, new normal juga sudah bisa diterapkan di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Barat, Babel, Kepri, dan Riau, di Sulawesi, seperti Sulawesi Barat, Sulawesi tengah, dan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat.

“Angkanya sudah di bawah 1 dan trendnya sudha menurun,” ujarnya.

Selain itu, dia menyampaikan, pemerintah membuat tahapan penilaian kesiapan berdasarkan sistem scoring yang mencakup dua dimensi. Pertama, dimensi kesehatan yterdiri dari perkembangan penyakit, pengawasan virus, dan kapasitas layanan kesehatan.

Kedua, dimensi kesiapan sosial ekonomi yang mencakup protokol-protokol untuk setiap sektor wilayah, dan transportasi yang terintegrasi satu dengan lainnya. (sh/detik/medcom)

DISKUSI: