Indonesia Akan Terapkan New Normal, Menperin: Tidak Semua Industri Bisa Cepat Beradaptasi

0
127

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah berencana menerapkan kebijakan tatanan hidup baru atau new normal, yakni suatu keadaan masyarakat yang tetap hidup normal di tengah virus corona.

Kebijakan new normal dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia yang jatuh akibat virus corona, salah satunya adalah sektor industri. Untuk itu, jika nanti diterapkan, sektor industri diharapkan bisa melaju pesat.

Terkait hal ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menilai, tidak semua industri bisa beradaptasi dengan cepat dengan new normal. Pasalnya, masih banyak industri yang masih beroperasi secara konvensional dengan mengandalkan kinerja dari sumber daya manusia.

Baca: Indonesia Menuju New Normal, Ini Kata Ekonom Core

Sedangkan, pemerintah akan mengatur protokol baru untuk meminimalisir penyebaran virus corona di tempat kerja. Hal ini akan mempengaruhi produktivitas industri tersebut.

Dia menerangkan, dengan adanya protokol kesehatan yang baru terkait dengan new normal, maka industri harus melakukan penyesuaian.

“Jadi industri hanya bisa mempekerjakan 50 persen pekerjanya di satu waktu, tentu itu akan mempengaruhi proses produksi, akan mempengaruhi dari proses produktivitas yang pada gilirannya juga akan mempengaruhi time frame dari target,” kata dia, Rabu (27/5).

Untuk itu, Kemenperin akan mendorong industri kecil untuk ikut memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

“Nah ini yang kita kejar, dengan menggunakan teknologi digital ini tentu akan bisa membantu industri kecil untuk melakukan perluasan terhadap pasarnya,” ujarnya. (sh/tempo/liputan6)

 

DISKUSI: