India Rusuh, PBNU: Kekerasan Bentuk Apapun Tidak Dibenarkan

0
185

Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas menanggapi kerusuhan yang terjadi di India yang melibatkan kalangan umat Hindu dan Muslim. Robikin menegaskan bahwa kekerasan atas nama apapun tidak bisa dibenarkan, terlebih kalau atas nama agama.

“Apalagi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Saya pribadi berduka mendalam terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka menyusul meluasnya konflik kontroversi UU Kewarganegaraan (CAA) di India,” ucapnya di Jakarta pada Kamis (28/2).

Robikin meyakini sepenuhnya bahwa setiap agama memiliki nilai humanitarian (kemanusiaan) dan membawa pesan perdamaian. Sehingga, persekusi dalam bentuk apapun atas nama mayoritarianisme juga tidak bisa dibenarkan. “Sebagai warga masyarakat dunia, saya merasa perlu mengingatkan ajaran dan semangat perjuangan tokoh kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, yang anti kekerasan, suatu gerakan yang sepatutnya menjadi teladan,” katanya.

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, ia meminta masyarakat Indonesia memberi teladan kepada India sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya. Robikin mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan termakan hasutan. “Saya ingatkan juga. Waspadai hoaks. Biasakan tabayun, check and recheck. Jangan telan mentah-mentah apa yang beredar di laman sosial media,” ungkapnya.

Baca: PBNU Dorong Pemerintah Bantu Selesaikan Konflik India

Seperti diberitakan, jumlah korban meninggal akibat kerusuhan di New Delhi, India bertambah menjadi 38 orang. Sejauh ini polisi telah menangkap 514 tersangka yang terlibat dalam kejadian tersebut. Pada Jumat (28/2), India mengerahkan lebih banyak pasukan keamanan ke masjid-masjid di New Delhi. Mereka ditugaskan menjaga prosesi salat Jumat. (aw/kompas/republika).

DISKUSI: