Indeks Pembangunan Manusia Naik, Tapi Masih Gagal Capai Target

0
128

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) pada 2019 berada di angka 71,92 atau meningkat 0,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya di angka 71,39.

Meski mengalami peningkatan, angka IPM masih belum mencapai target. Dalam APBN 2019, angka IPM yang ditetapkan sebesar 71,98. Di Kawasan Asia Tenggara, IPM Indonesia masih berada di peringkat 6.

BPS mencatat, IPM Indonesia terus mengalami pertumbuhan sejak 2010. Namun, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan IPM agak melambat. Pada periode 2015-2019, IPM anak rata-rata 0,86 persen per tahun. Sedangkan pada periode 2011-2014, IPM naik 0,88 persen per tahun.

Baca: UNDP PBB: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Meningkat

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, ada empat indikator yang menyebabkan peningkatan IPM. Pertama, angka harapan hidup saat lahir meningkat dari 71,2 tahun menjadi 71,34 tahun.

“Bayi yang lahir pada 2019 memiliki harapan dapat hidup hingga 71,34 tahun, lebih lama 0,14 tahun dibandingkan yang lahir pada tahun sebelumnya,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/2).

Kedua, harapan sekolah yang lebih lama, yakni dari 12,91 tahun menjadi 12,95 tahun. kemudian, rata-rata lama sekolah naik dari 8,17 tahun menjadi 9,34 tahun.

Dia mengatakan, naiknya angka harapan sekolah menjadi modal penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Meningkatnya harapan lama sekolah juga menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah, sebagai modal penting membangun kualitas SDM,” kata dia.

Terakhir, pendapatan per kapita meningkat dari Rp 11,05 juta per tahun menjadi Rp 11,29 juta per tahun. Faktor keempat ini sangat menentukan IPM karena mempengaruhi tingkat daya beli, konsumsi, dan pemenuhan gizi masyarakat. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

DISKUSI: