Impor Berlebih, 150 Ribu Ton Garam Tak Terserap Pasar

0
364

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengatakan sebanyak 150 ribu ton garam tidak terserap pasar karena kelebihan impor.

Budi mengatakan, impor berlebih ini yang menyebabkan harga garam di tingkat petani jatuh hingga Rp 400-Rp300 per kilogram (kg).

“Turun karena over supply atau over impor,” ujar Budi, Senin (20/4).

Untuk mengatasi masalah ini, Budi mengusulkan agar importir diwajibkan menyerap 10 persen garam lokal. Menurut perhitungannya, akan ada 1,5 juta ton garam impor yang akan menambah stok garam tahun ini.

Baca: Harga Garam Lokal Masih Jauh di Bawah Biaya Produksi

“1,5 juta ton garam tiap tahun muncul. Importir harusnya ikut menyerap garam domestik. Serap 10 persen saja, dicampurkan dengan garam impor,” kata dia.

Selain itu, dia menuturkan, pihaknya akan meningkatkan penyerapan dengan memproduksi garam kumur sebagai antiseptik dan garam penetral sebagai bahan pencuci sayur dan buah.

Dia menyebutkan, kedua produk tersebut sudah bisa dibeli Konsumen pada Mei mendatang. Akan tetapi, produksnya masih terbatas dan hanya didistribusikan lewat UKM.

“Kami tengah melakukan pengembangan produk baru garam kumur dan mengembangkan garam pencuci buah-buahan dan sayur. Ini lagi kami uji lab dan uji klinis. Mudah-mudahan Mei ini sudah bisa beredar,” ucapnya. (sh/katadata/cnnindonesia)

 

DISKUSI: