Impor Alat Kesehatan untuk Corona Capai Rp 777,59 Miliar

0
428

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan impor alat kesehatan untuk mengatasi pandemi virus corona (Covid-19) mencapai Rp 777,59 miliar per 19 April 2020.

“Ada test kit, alat perlindungan diri (APD), obat-obatan peralatan rumah sakit, masker dan lain-lain,” kata Heru, Jakarta, Rabu (22/4).

Heru mencatat, impor terbanyak adalah masker dengan nilai Rp 17,1 miliar. Kemudian, impor alat pemeriksaan (test kit) sebanyak Rp 3,26 miliar, alat APD sebanyak Rp 1,95 miliar, peralatan medis Rp 1,49 miliar, obat-obatan Rp 390,32 juta, dan barang penanganan corona lainnya sebanyak Rp 422,27 juta.

Baca: Anggota DPR Minta Menkes Jujur dan Terbuka Soal Jumlah Alat Tes dan Pasien Corona di Indonesia 

Dia menyampaikan, pihaknya mengawasi jalannya impor alat kesehatan ini. Sekitar 75 persen arus impor dilakukan melalui KPU Soekarno Hatta. Sisanya melalui KPPBC Tanjung Priok, Bandung, Bogor, Halim, Yogyakarta, Bekasi, dan Kendari.

“Impor ini terbanyak melalui KPU di Cengkareng (Soekarno Hatta, Banten). Semuanya kami monitor secara real time,” ujarnya.

Untuk negara asal impor, paling banyak berasal dari China sebesar 63,17 persen dari total impor. Kemudian, 8,18 persen berasal dari Hong Kong, 4,79 persen dari Jepang, 4,69 persen dari Singapura, dan 1,64 persen dari Korea Selatan.

Dia mengungkapkan, sekitar Rp 752,68 miliar, 98,08 persen dari total nilai impor mendapat relaksasi pengenaan bea masuk dan lainnya dari pemerintah. Total pembebasan pengenaan bea masuk dan lainnya mencapai Rp 170,91 persen.

“Pembebasan bea masuk dan lainnya diberikan atas pengadaan barang impor dari pemerintah 47 persen dari nilai pembebasan, yayasan atau lembaga nonprofit 47 persen, dan perusahaan atau perorangan 6 persen,” ungkapnya. (sh/liputan6/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI: