Ikappi: Harga Gula Saat Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

0
236

Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, harga gula saat ini tertinggi di sepanjang sejarah Indonesia.

Abdullah menjelaskan, jika melihat ritme tahunan, harga gula paling tinggi mencapai Rp 15.000 per kilogram (kg) pada 2018. Namun, saat ini harga gula telah mencapai Rp 19.000 per kg. Di beberapa daerah di luar Jawa, bahkan gula sudah di jual di atas angka Rp 20.000 per kg.

“Memang setiap tahun impor, tapi ritme harganya sangat berbeda dengan sekarang, apakah mungkin karena dolar AS juga naik, dan juga kondisi Corona yang membuat seperti ini, tapi faktanya memang harga Rp 19.000 per kg itu harga tertinggi sepanjang sejarah kita,” jelas Abdullah, Jumat (24/4).

Baca: Pasokan Turun, Harga Gula Pasir Meroket

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak menyalurkan pasokan gula dipasar modern atau ritel saja. Pasokan di pasar tradisional juga harus tetap diperhatikan karena telah berkurang.

“Gula ini sebenarnya lebih mudahnya saya sampaikan stok yang ada tolong guyur ke pasar, kalau masih di luar pasar, contoh operasi pasar di luar pasar kami yakin berpengaruh, jadi stok di pasar tuh harus banyak dan jangan ritel, dikit-dikit ritel, itu tidaka da pengaruh,” kata dia.

Untuk itu, dia menyampaikan, jika pemerintah sudah melakukan impor gula maka harus disalurkan ke pasar tradisional agar supply dan demand seimbang.

“Tolong kebutuhan di pasar dipenuhi, supply dan demand harus seimbang khususnya pasar tradisional, karena asumsi saya gula ini banyak dipasok ke ritel dan tidak ke pasar tradisional. Maka kami minta kepada pemerintah lebih berpihaklah kepada para pedagang jangan ke ritel terus,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengaku, pihaknya telah mengantisipasi kenaikan harga gula dari awal.

“Kalau ditanya langkah konkret yang dilakukan kemendag, kami dari jajaran kemendag sudah mengantisipasi sedini mungkin tentang kemungkinan kenaikan harga ini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, salah satunya adalah mengeluarkan kebijakan impor gula untuk mengisi kekuarangan pasokan akibat mundurnya musim giling yang mestinya terjadi pada April ke Juni.

“Untuk mengisi itu, Kemendag melakukan langkah konkret seperti mengisi dengan berbagai kebijakan, misalnya memberikan izin impor gula Kristal mentah yang bsia diolah menjadi gula Kristal putih oleh produsen gula berbasis debu,” ucapnya. (sh/merdeka/tempo)

 

DISKUSI: