Harga Cabai Mahal, BPS Sebut Pengaruh Cuaca

0
80

Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kenaikan harga cabai akhir-kahir ini terjadi karena pengaruh cuaca. Curah hujan yang tinggi berpengaruh terhadap pasokan cabai di beberapa daerah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, akibat pasokan yang tak seimbang dengan jumlah permintaan, harga cabai menjadi tinggi.

“Cuaca ini akan berpengaruh pada produksi, karena untuk cabai ini sifatnya mudah busuk,” kata dia, Senin (3/2).

Baca: Harga Cabai di Tingkat Petani Terus Naik

Dia menyebutkan, kenaikan harga cabai membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,39 persen secara bulanan pada Januari 2020.

Berdasarkan data BPS, inflasi mengalami kenaikan dari 0,34 persen pada Desember 2019 menjadi 0,32 persen pada Januari 2020.

“Inflasi terjadi karena ada kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, ikan segar, minyak goreng, beras, dan rokok,” ujarnya.

Senada dengan BPS, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, biang kerok kenaikan harga cabai adalah musim hujan pada akhir tahun. Hal ini membuat masa tanam cabai menjadi tertunda.

“Kalau cabai agak naik sekarang itu karena kemarau yang panjang kemarin dan banjir sehingga Jawa terjadi delay penanaman, karena itu hasilnya juga akan dimulai sampai Februari akhir,” ucapnya.

Dia menuturkan, untuk mengatasi kenaikan harga cabai, pihaknya akan membenahi distribusi bahan pangan agar daerah di luar Jawa yang panen seperti Sulawesi bisa cepat memasok bahan pangan lewat transportasi udara.

“Ini solanya ada di hilir, bagaimana transportasi laut kita tingkatkan menjadi transportasi udara, dan kami sudah sepakat untuk membicarakan dengan Kementerian Perhubungan dan lain-lain yang bisa untuk bisa memfasilitasi,” jelasnya. (sh/cnnindonesia/kompas)

DISKUSI: