Harga Cabai di Tingkat Petani Terus Naik

0
81

Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) mengatakan harga cabai di tingkat petani terus mengalami kenaikan. Kenaikan ini berpengaruh terhadap harga cabai di pasaran.

“Harga di tingkat petani masih terus naik dan pengaruhnya ke pasar,” ujar Ketua Umum AACI Abdul Hamid, Selasa (28/1).

Dia menyebutkan, harga cabai rawit merah di tingkat petani sudah mencapai Rp 65 ribu – Rp 75 ribu per kilogram (kg), harga cabai merah besar Rp 45 ribu – Rp 50 per kg, dan harga cabai merah keriting Rp 55 ribu per kg.

Baca: Mentan Bantah Kenaikan Harga Cabai

Dia menyampaikan, harga tersebut jauh di atas rata-rata harga normal seluruh jenis cabai, yaitu sebesar Rp 25 ribu – Rp 30 ribu per kg. Menurutnya, harga cabai ini diperkirakan masih akan naik hingga Februari mendatang.

“Kemungkinan ini masih naik lagi sampai akhir bulan Februari. Kita tidak bisa apa-apa lagi,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, kenaikan harga cabai terjadi karena hasil produksi yang semakin menurun. Cabai yang dijual saat ini merupakan hasil panen pada bulan Oktober-November 2019. Pada periode tersebut, musim hujan belum turun sehingga tanaman cabai kekurangan air dan mengakibatkan rusaknya tanaman sehingga hasil panen tidak maksimal.

Dia menuturkan, karena kurang maksimalnya hasil panen, petani harus menelan kerugian. Dia memprediksi, intensitas panen cabai baru kembali normal pada akhir Februari.

“Petani rugi sebetulnya walaupun harga mahal, dia tetap menelan kerugian karena hasil panen rusak,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo justru membantah kenaikan harga cabai. Berdasarkan pemantauannya, tidak ada kenaikan harga cabai yang signifikan.

“Data dari mana itu? Kenyataan lapangan tidak seperti itu,” kata dia.

Dia menyatakan, suplai dan permintaan pasar saat ini masih dalam kondisi stabil. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah belum perlu mengambil kebijakan intervensi harga.

“Untuk sementara, masih dalam range normal, belum perlu intervensi berlebihan,” ujarnya. (sh/republika/cnnindonesia)

 

DISKUSI: