Harga Bawang Tinggi, ABMI: Masih Berlanjut Sampai Juli

0
102

Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari memprediksi kenaikan harga bawang yang tengah terjadi akan berlanjut hingga Juli mendatang.

“Kenaikan harga ini diprediksi masih berlanjut hingga Juli mendatang karena masuk musim panen,” kata Juwari.

Tingginya harga bawang terjadi sejak April hingga Juni 2020. Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata bawang merah secara nasional masih berada di angka Rp 57.350 per kilogram (kg).

Baca: Harga Bawang Merah Masih Tinggi

Juwari mengatakan, harga bawang yang mahal terjadi karena pasokan yang terbatas lantaran ada pergeseran musim tanam sejak akhir tahun lalu. Musim hujan yang diprediksi Oktober tahun lalu bergeser hingga Desember.

Hal itu lah yang menyebabkan persediaan benih berkurang akibat kadaluarsa atau rusak yang berujung pada luas tanam ikut berkurang.

“Saat luas tanam berkurang, petani beralih menanam padi yang kebetulan sudah masuk musim tanam. Mestinya Desember-Januari itu panen, tapi justru masih tanam,” ujarnya.

Dia menyarankan agar pemerintah saat ini bisa menyediakan benih untuk menutup kekurangan yang ada. Sebab, harga benih sekarang sudah mencapai Rp 70 ribu per kg. Dengan harga tersebut, untuk menanam 1 hektare bawang merah diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 200 juta.

Mahalnya bibit bawang ini menyebabkan petani banyak yang memilih untuk tidak menanam bawang. Hal ini kemudian membuat persediaan di pasar sedikit dan harganya mahal. (sh/tempo/detik)

 

 

DISKUSI: