Harga Bawang Merah Masih Tinggi

0
199

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga bawang merah memasuki hari ke-18 bulan suci Ramadan masih tinggi. Kenaikan harga bawang merah ini sudah terjadi sejak Mei lalu dan terus mengalami kenaikan hingga sekarang.

Harga bawang merah nasional pada Senin (11/5) tercatat mencapai Rp 51.600 per kilogram (kg). Harga tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar Rp 80.000 per kg, Papua sebesar Rp 75.350 per kg, dan Aceh sebesar Rp 63.000 per kg.

Baca: Harga Bawang Merah Melonjak di Atas Harga Acuan

Terhitung sejak awal Mei hingga saat ini, kenaikan bawang merah di pasar tradisional mencapai 5,6 persen. lonjakan harga bawang merah ini dipicu oleh menipisnya stok di pasaran.

Menurut prediksi Kementerian Pertanian (Kementan), neraca nasional bawang merah diperkirakan mengalami defisit 3.700 ton. Berdasarkan early warning system (EWS), aneka cabai dan bawang di lebih dari 20 provinsi mengalami defisit bawang merah.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, harga bawang merah di tingkat konsumen akan kembali normal pada Juni mendatang. Sebab, produksi dalam negeri diperkirakan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Juni bawang merah kemungkinan harganya sudah mulai turun,” kata Prihasto, Selasa (12/5).

Dia menyampaikan, berdasarkan data EWS, akan terjadi surplus produksi sekitar 5.200 ton pada Juni mendatang. Selain itu, kumulatif carry over bawang merah yang menyebar di masyarakat diperkirakan mencapai 75.000 ton.

Meskipun begitu begitu, data EWS juga menunjukkan adanya fluktuasi neraca. Pada Juli 2020, stok bawang merah diprediksi kembali defisit sebesar 990 ton. Kemudian surplus kembali bulan Agustus 2020 sekitar 5,200 ton dan kembali defisit pada September sekitar 950 ton. (sh/cnbcindonesia/republika)

 

DISKUSI: