Gara-gara Kemiskinan, Tingkat Literasi Masyarakat Manggarai Jadi Rendah

0
525

Sumber: medcom.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap rendahnya minat literasi masyarakat Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat miskin hanya memikirkan soal makan dan minum, bukan literasi.

Demikian merupakan intisari webinar yang diadakan Lima Pilar Foundation pada Sabtu (29/5). Webinar ini dihadiri oleh 150 peserta dan empat narasumber, yaitu Dr. Mantovany Tapung (Unika St Paulus Ruteng-Flores), Dr. Frans Asisi Datang (UI), Tarsi Gantura (Pegiat literasi di Jakarta) dan Mikael Ambong (Pengelola Taman Baca Jari-Jari Kasih, Ruteng-Flores).

Baca: OJK: Tingkat Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Dr. Manto Tapung menerangkan, berdasarkan penelitan Program for International Student Assessment (PISA), pada Desember 2019 tingkat literasi Indonesia di bidang membaca, sains dan matematika mengalami kemerosotan. Skor membaca Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara, skor matematika di peringkat 72 dari 78 negara dan skor sains di peringkat 70 dari 78 negara.

Sementara itu, pada 2020, jumlah angka stunting di Manggarai mencapai 5.322 kasus dan angka kemiskinan mencapai 20,83 persen. Sedangkan IPM Manggarai 63, urutan ke-11 di NTT.

Menurut Manto, ketidakmampuan ekonomi membuat masyarakat menjadi putus sekolah sehingga berdampak negatif terhadap tingkat literasi.

Dia menilai, kondisi ekonomi yang baik akan memberikan sumbangsih positif pada kemajuan literasi. Namun, jika kemiskinan terus terjadi, harapan pemerintah untuk meningkatkan budaya literasi menjadi utopis.

Untuk itu, webinar ini menyarankan agar pemerintah memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat agar minat literasi masyarakat bisa meningkat. Pemerintah harus bisa menekan angka kemiskinan dan mengurangi pengguran serta meningkatkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. (sh/beritasatu/mediaindonesia)

 

 

DISKUSI: