OJK: Tingkat Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

0
149

Sumber: kajianpustaka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Masyarakat masih banyak yang belum memahami resiko dan kewajiban produk keuangan.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyampaikan, terdapat gap yang tinggi antara inklusi keuangan dan literasi jasa keuangan. Pada 2019, inklusi keuangan meningkat menjadi 76,19 persen. Akan tetapi, literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen.

Baca: BEI: Literasi Rendah Jadi Tantangan Besar Pasar Modal Syariah

“Tingkat literasi masih rendah, hasil survei baru 38 persen. Jadi gap-nya (dengan inklusi) masih tinggi,” kata Tirta, Jumat (13/3).

Dia menerangkan, masyarakat hanya membeli produk keuangan namun tidak memahami sejumlah aspek penting seperti risiko, kewajiban, dan pembiayaan.

“Masyarakat membeli produk keuangan, investasi dan sebagainya tapi mereka tidak paham risikonya apa, kewajibannya apa, biaya-biayanya berapa. Ini masyarakat belum paham,” ujarnya.

Salah satu contoh yang menunjukkan rendahnya literasi keuangan adalah masih banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui produk asuransi Jasa Raharja yang dibayar ketika melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Oleh karena itu, Untuk mendorong literasi keuangan masyarakat, OJK akan terus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi literasi keuangan.

Dalam hal ini, OJK akan menggunakan hasil survei literasi keuangan untuk menyempurnakan strategi pengembangan literasi keuangan nasional yang lebih efektif dan tepat sasaran. (sh/kompas/tribunnews)

 

DISKUSI: