Fuad: Masjid Istiqlal Simbol Kerukunan Bangsa Indonesia

0
106

Sumber: gesuri.id

Jakarta, Liputanislam.com– Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) Kementerian Agama (Kemenag), Fuad Nasar mengatakan, Masjid Istiqlal yang dibangun negara di era Presiden Soekarno dan dilanjutkan di era Presiden Soeharto mengemban amanah dan harapan agar senantiasa memancarkan cahaya Islam di bumi Indonesia. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan menjadi simbol kerukunan, serta kebanggaan bangsa Indonesia.

“Masjid Istiqlal yang letaknya berdekatan dengan Gereja Katedral menjadi simbol kerukunan antar-umat beragama di Indonesia. Masjid Istiqlal sebagai cermin kerukunan internal dan eksternal umat Islam Indonesia,” ucapnya di acara Tasyakuran Milad Ke-42 Masjid Istiqlal, Jakarta, seperti dilansir kemenag.go.id pada Selasa (25/2).

Menurutnya, nama Istiqlal sebagaimana diusulkan oleh mantan Menteri Agama KH Muhammad Iljas, dipilih sebagai kenang-kenangan dan ungkapan rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan bangsa dan tanah air dari belenggu penjajahan asing. Dari masjid negara yang megah ini diharapkan terbangun sinergi dakwah dengan arah pembangunan nasional.

Baca: Menag Dorong Kampus Swasta Perkuat Moderasi Beragama

“Sebagai masjid negara, Masjid Istiqlal harus merefleksikan peran Islam dalam pembangunan, khususnya bidang keagamaan,” katanya.

Dalam konteks moderasi beragama, Masjid Istiqlal menjadi simbol harmoni kebangsaan. “Masjid Istiqlal menjadi etalase peradaban muslim Indonesia di kancah dunia. Masjid ini menjadi payung besar bagi seluruh golongan dan pergerakan umat Islam Indonesia. Di masjid ini wajah kerukunan dan harmoni tergambar dengan jelas,” ungkapnya.

“Semoga dengan renovasi ini, Masjid Istiqlal bukan hanya semakin mentereng  bangunan fisiknya, tapi juga semakin berkembang fungsi masjid yang bersifat non fisik,” tambahnya. (aw/kemenag).

DISKUSI: