Faisal Basri: Proyek Ibu Kota Harus Ditunda di Masa Pandemi Covid-19

0
212

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menilai pemerintah harus menunda proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Selatan di masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Kalau kita krisis itu, tundalah apa yang bisa ditunda. Tapi kalau kata Ketua Bappenas bilang, proyek ibu kota jalan terus. Ini apa gitu. Kereta cepat, itu ngaco ya. Dan pembiayaannya makin tak jelas. Itu bukan proyek kereta, tapi proyek property,” kata Faisal, Jumat (24/4).

Baca: Dampak Corona, Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 0,5 Persen

Faisal mengatakan, proyek ibu kota harus ditunda sampai 2030 karena anggaranya terlalu besar, yaitu lebih dari Rp 400 triliun. Selain itu, proyek tersebut justru menambah beban negara untuk berutang daripada memberikan keuntungan.

“Jadi pembatalan proyek atau proyek ibu kota ditunda (saja) sampai 2030, Indonesia tidak akan mati. Kalau legacy-nya Pak Jojowi ingin di era-nya punya ibu kota baru, kemudian ini tidak dikutak-kutik, ini yang bahaya,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Anggota DPR Fadli Zon. Menurut Fadli, tidak ada urgensi untuk melanjutkan proyek pembangunan ibu kota baru di tengah pandemi Covid-19.

“Proyek ibu kota baru sudah seharusnya ditunda,” ujarnya.

Dia menyampaikan, Presiden Jokowi seharusnya mengalihkan anggaran pembangunan ibu kota untuk menangani pandemi Covid-19.

“Anggarannya difokuskan untuk tangani Covid-19,” ucapnya. (sh/kompas/jpnn)

 

 

 

DISKUSI: