Dampak Corona, Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 0,5 Persen

0
377

Sumber: jawapos.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya tumbuh 0,5 persen akibat adanya pandemi virus corona.

“Saya menduga ekonomi Indonesia akan tumbuh hanya 0,5 persen optimisnya dan pesimisnya ya, -2 persen sampai -2,5 persen,” kata Faisal, Jakarta, Jumat (24/4).

Menurutnya, pemerintah kurang cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona sehingga perekonomian Indonesia semakin tertekan.

Dia menilai, India dan Iran lebih serius dalam menangani pandemi corona. Dia mencotohkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia baru diterapkan setelah banyaknya korban yang meninggal.

Baca: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi Cukup Tajam

“Jadi, secanggih-canggihnya penanganan ekonomi itu akan sia-sia dengan cara menangani pandemic ini secara amatiran seperti sekarang. PSBB baru diizinkan, indikatornya itu karena korban yang meninggal. Kalau korban meninggalnya sedikit, tidak ada diberlakukan PSBB,” jelasnya.

Selain itu, kapasitas untuk tes Covid-19 di Indonesia masih kurang dan tak sebanding dengan kebutuhan. Hal ini membuat penyebaran virus tersebut sulit dikendalikan.

“Kita baru 50 ribu melakukan testing Cuma 214 per satu juta penduduk itu yang membuat kita semakin tidak tahu sampai kapan virus ini berlangsung jadi kita sudah kecolongan banyak,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Faisal, kemampuan Indonesia dalam mendorong ekonomi di tengah pandemi virus corona tidak sebesar seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

Amerika Serikat menggelontorkan dana 484 miliar dolar AS khusus untuk penangangan virus corona. Total stimulus mencapai 2,3 triliun dolar AS, serta The Fed mengeluarkan sekitar 4 triliun dolar AS untuk meningkatkan likuiditas.

“Jangan dilihat defisit APBN yang naik menjadi 5,07 persen itu sebagai stimulus karena itu disebabkan penerimaanya anjlok Rp 472 triliun jadi praktis tidak ada stimulus kalau dilihat magnitude tambahan dari APBN,” kata dia. (sh/antaranews/kompas)

 

 

 

 

 

DISKUSI: