Ekonomi di Kuartal I 2020 Hanya Tumbuh 2,97 Persen, BI Akui Salah Prediksi

0
168

Sumber: merdeka.com

LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuaral I 2020 sebesar 2,97 persen. Angka ini lebih rendah dari prediksi Bank Indonesia (BI) sebesar 4,4 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui bahwa pihaknya salah memperkirakan dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi Indonesia. Menurut BI, dampak virus corona akan terasa pada bulan April, Mei, dan Juni.

“Semula kami perkirakan pengaruhnya terasa di bulan April, Mei dan sentengah Juni. Ini kemudian berkurang dan Agustus selesai (dampaknya),” ujar Perry, Rabu (6/5).

Baca: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi Cukup Tajam

Akan tetapi, perkiraan tersebut meleset karena dampak ekonomi virus corona sudah terasa sejak bulan Maret 2020. Langkah pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19 seperti pembatasan sosial dan physical distancing sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi.

“Kami kira di Maret belum kena (dampak) penanganan Covid-19 ke aktivitas ekonomi baik konsumsi dan investasi,” tuturnya.

Dia menyebutkan, konsumsi masyarakat yang pada awalnya diperkirakan bisa di atas 4,9 persen, namun hanya mencapai 2,8 persen. Demikian juga dengan investasi yang semula diprediksi tumbuh 2,4 persen, tapi hanya mencapai 1,7 persen.

Meski demikian, dia menilai, pertumbuhan ekonomi di angka 2,97 persen masih patut disyukuri. Sebab, angka tersebut masih lebih baik ketimbang negara lain.

“Ini menurut saya patut kita syukuri. Kalau kita lihat pertumuhan ekonomi dunia, Indonesia salah satu yang tertinggi meski tetap ada yang lebih tinggi,” kata dia. (sh/republika/liputan6)

 

 

DISKUSI: