Ekonomi Alami Kontraksi, Kemiskinan Dipastikan Meningkat

0
92

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Banyak lembaga internasional memprediksi perekonomian dunia pada tahun ini akan mengalami kontraksi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Dana Moneter International (IMF) menilai, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930-an.

Koreksi pertumbuhan ekonomi juga terjadi di Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan, ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran -0,4 persen hingga 1 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya di angka 2,3 persen.

Baca: Pandemi Corona, Jumlah Keluarga Sangat Miskin di Jakarta Meningkat Tajam

“Outlook proyeksi -0,4 persen ke 1 persen. Untuk batas atas kami turunkan 2,3 persen ke 1 persen. Revisi agak turun karena kami melihat kontraksi cukup dalam di kuartal kedua,” kata Sri Mulyani.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, dengan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, jumlah kemiskinan berpotensi meningkat sekitar 3,02 juta sampai 5,71 juta orang. Kemudian, angka pengangguran juga akan meningkat sekitar 4,03 juta hingga 5,23 juta orang.

“Biasanya kita (pertumbuhan ekonomi) tumbuh 5 persen, tapi saat ini jika kita bisa bertahan di 0 persen itu sudah bagus. Tapi itu berarti kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat. Dengan begitu desain PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) diharapkan bisa kurangi risiko naiknya kemiskinan dan naiknya pengangguran,” terang dia.

Dia menyampaikan, untuk menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran ebesar Rp 695,2 triliun. Secara rinci Rp 87,5 triliun untuk sektor kesehataan, Rp 203,9 triliun untuk perlindundan sosial, Rp 120,61 triliun untuk insentif usaha, Rp 123,46 triliun untuk UMKM, Rp 53,57 triliun untuk pembiayaan korporasi, dan Rp 106,11 triliun untuk sectoral kementerian dan pemda.  (sh/kompas/cnbcindonesia)

 

 

 

 

DISKUSI: