Sumber: jurnal.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai inflasi pada awal tahun ini cenderung stabil meskipun ada kenaikan tarif cukai rokok dan iuran BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data BPS, inflasi pada keempat bulan Januari mencapai 0,42 persen secara bulanan dan 2,82 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi pada periode yang sama dalam limat tahun terakhir.

Josua menyampaikan, kenaikan harga juga terbilang stabil meski sudah melewati masa panen raya pada Oktober 2019. Hal ini didorong oleh pengelolaan stok pangan oleh pemerintah.

Baca: BI Prediksi Inflasi Januari 0,42 Persen

“Hal ini juga didorong oleh pengelolaan stok pangan yang didukung oleh koordinasi Kementan, kemendag, dan Bulog,” ujarnya, Minggu (26/1).

Dia menyatakan, stok pangan strategis seperti beras juga diprediksi mencukupi hingga Maret 2020. Hal ini berarti harga komoditas pangan strategis tetap stabil hingga panen raya pada Maret atau April nanti.

Meski begitu, dia mengingatkan agar pemerintah terus melakukan pemantauan ketersediaan pangan secara berkala. Jika produksi pangan menurun, pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang efektif melalui operasi pasar sehingga potensi gejolak harga bisa diatasi.

Sementara itu, Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, ada potensi inflasi pada bulan-bulan mendatang karena dampak gagal panen akibat musim hujan.

“Namun jika berbicara inflasi pada bulan-bulan berikutnya maka ada potensi inflasi juga dari dampak gagal panen karena musim hujan,” kata dia. (sh/tempo/bisnis)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*