Ekonom Core: Neraca Perdagangan Tahun Ini Bisa Surplus

0
94

Sumber: katadata.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada tahun ini bisa mencapai surplus.

Piter mengatakan, Indonesia bisa mencatatkan surplus neraca perdagangan kalau harga komoditas membaik. Pada periode 2018 dan 2019, neraca perdagangan Indonesia defisit karena harga komoditas jatuh.

“Kalau harga komoditas membaik maka neraca perdagangan akan membaik, bahkan bisa mencapai surplus,” kata Piter, Jumat (17/1).

Baca: BI Yakin Neraca Perdagangan 2020 akan Surplus

Menurutnya, harga komoditas bisa membaik seiring dengan diperkuatnya kebijakan pemerintah dalam menahan laju impor. Beberapa komoditas yang diperkirakan akan membaik adalah crude palm oil (CPO), nikel dan karet.

Sementara itu, Pemerintah telah menyiapkan beberapa program pencegahan untuk mengatasi defisit neraca perdagangan pada tahun ini.

Sekretaris Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Susiwijono mengatakan, salah satu kebijakan yang telah disiapkan adalah program Biodiesel 30 persen atau B30.

Dia menyampaikan, program B30 dilakukan untuk mengurangi impor BBM dengan mengolahnya sendiri. Saat ini solar B30 sudah dibeli konsumen hampir di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.

“B30 itu kan kita gencarkan supaya mengurangi impor BBM kita, dengan megnolah sendiri, yaitu ditambahin CPO, jadi dapat positifnya banyak, bahkan kita bisa menciptakan domestic market kita sendiri di luar dengan produk ini,” ungkapnya.

Langkah lainnya adalah menyelesaikan target pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini dinilai mampu meningkatkan produksi dalam negeri sehingga impor dapat ditekan. Selain itu, dengan produksi yang meningkat, kinerja ekspor juga akan terdorong.

“Minggu lalu saya mengunjungi KEK Galang Batang, misalkan, dia betul-betul memproduksi alumina, itu impor kita luar biasa besar (berkurang) begitu sudah diproduksi, produksinya pun menjadi lebih dibandingkan demand dalam negeri, berarti ka selain menutup impor juga mendorong ekspor,” tuturnya. (sh/kontan/detik)

DISKUSI: