Ekonom Bank BNI: Deflasi Bakal Terjadi Pada Mei 2020

0
111

Sumber: indonews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto memprediksi pada bulan Mei 2020 akan terjadi deflasi. Hal ini dipicu oleh rendahnya tingkat inflasi pada April 2020.

“April ini terjadi situasi mencengangkan. Sebanyak 51 kota deflasi dan 39 kota inflasi. Di bulan Mei ini kemungkinan inflasi lebih rendah bahkan bisa terjadi deflasi,” kata Ryan, Senin (18/5).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen secara bulanan (mtm), inflasi tahun kalender Januari-April sebesar 0,84 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,67 persen secara tahunan (yoy).

Baca: Inflasi di Bawah 3,5 Persen, BPS: Ini Terendah Selama 10 Tahun Terakhir

Sebanyak 39 kota menymbang inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Baubau 0,08 persen, dan inflasi terendah berada di tiga kota, yakni Cirebo, Depok dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang 0,92 persen, dan terndah terjadi di Bogor dan Semarang masing-masing sebesar 0,02 persen.

Ryan menilai, inflasi April ini tidak biasa jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab biasanya inflasi menjelang Ramadhan selalu menunjukkan kenaikan. di sisi lain, inflasi yang tumbuh tipis ini tidak serta merta menjadi kabar baik.

Dia melanjutkan, inflasi yang rendah merupakan sinyal lemahnya konsumsi rumah tangga. Hal ini disebabkan karena dua faktor, yakni penghasilan masyarakat yang turun dan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Inflasi April kemarin sangat tipis 0,08 persen. Nah tentu ada dua faktor. Pertama, masyarakat terkendala tingkat konsumsinya. Kedua, bulan April, PSBB sudah mulai diberlakukan,” ungkapnya. (sh/antaranews/kumparan)

DISKUSI: