Sumber: theworldnews.net

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan inflasi pada Desember 2019 mencapai 0,34 persen. Angka tersebut membuat inflasi kalender 2019 sebesar 2,72 persen.

“Dengan inflasi Desember 2019 0,34 persen, maka inflasi 2019 secara keseluruhan 2,72 persen, kata Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (2/1).

Suhariyanto menyampaikan, tingkat inflasi pada 2019 di bawah target pemerintah sebesar 3,5 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam 10 tahun terakhir.

Baca: BPS: Inflasi Desember 2019 Capai 0,34 Persen

“Dengan demikian bisa dilihat pergerakan inflasi dari tahun ke tahun, di 2009 sebesar 2,79 persen, paling mendekati di 1999 2,13 persen. 2,72 persen ini terendah selama 10 tahun terakhir dan pertama kali di bawah 3 persen,” ujarnya.

Dia menerangkan, inflasi pada 2019 disebabkan oleh harga-harga pergerakan harga komoditas yang relatif terkendali. Dia menyebutkan, harga beras yang menyumbang inflasi pada 2018 cenderung terkendali pada 2019.

“Padahal beras ini bobotnya paling tinggi yang muncul 2018, sementara di 2019 aman karena cadangan beras bulog cukup,” katanya.

BPS mencatat, pada Desember 2019, terdapat 72 kota yang mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen dan inflasi terendah terjadi di Watampone sebesar 0,01 persen.

“Inflasi tertinggi di Batam, dan terendah di Watampone, deflasi tertinggi di Manado 1,88 persen dan terendah Bukittinggi dan Singkawang,” ucapnya. (sh/cnbcindonesia/kompas)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*