Efek Corona, Indef: Awas Ekonomi RI Bisa Resesi!

0
96

Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 melambat di angka 2,97 persen akibat wabah virus corona (Covid-19). Jika wabah ini terus menekan perekonomian, Indonesia bisa terancam masuk resesi.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi Indoneisa pada kuartal II dan III 2020 juga negatif, Indonesia akan memasuki fase resesi.

Baca: Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Bakal Terkoreksi Dalam

“Kalau nanti misalkan triwulan III masih tetap negative, ini mudah-mudahan nggak negative sih, tapi kayaknya susah menghindar dari negatif karena situasinya memang sangat sulit, sehingga ya memang aka nada fase resesi itu kalau terjadi dua kali triwulan negatif,” kata Eko, Jumat (29/5).

Eko menilai, kemungkinan terjadinya resesi cukup besar. Sebab, banyak yang memprediksi ekonomi RI pada kuartal selanjutnya akan negatif.

“Iya kemungkinannya cukup besar ya kalau untuk tahun ini. Kalau banyak proyeksi itu biasanya triwulan II memang rata-rata sudah bilang akan negatif. Nah nati tinggal bagaimana pertaruhan di triwulan III,” ujarnya.

Dia menjelaskan, secara definisi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara turun selama dua kuartal berturut-turut bisa dikatakan resesi walaupun tidak sampai negatif.

“Kalau pemerintah memakai definisi yang lebih rigid lagi yaitu dua kali kuartal itu turun secara negative. Jadi artinya dua pertumbuhan negatif di dua kuartal itu bisa dikatakan bahwa ekonomi resesi, sehingga kalau misalkan triwulan ketiga nggak bsia bangkit otomatis itu akan terjadi resesi,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin melambat pada kuartal II 2020. Hal ini disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Pertumbuhan ekonomi yang melambat di triwulan I mungkin akan diikuti ditriwulan II karena PSBB dilakukan secara lebih meluas,” ujarnya.

Dia menyampaikan, perekonomian nasional diperkirakan masih dalam skenario pemerintah, yakni antara 2,3 persen sampai -0,4 persen.

“Ini disebabkan dampak penyebaran Covid-19 memengaruhi berbagai elemen kehidupan masyarakat,” ucapnya. (sh/detik/wartaekonomi)

 

DISKUSI: