Sumber: nu.or.id

Jombang, Liputanislam.com– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong semua santri khususnya kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)  agar menjadi penggerak bangkitnya Nahdlatul Tujjar (kebangkitan saudagar), sebuah organisasi yang didirikan KH Wahab Chasbullah. Hal itu menurutnya penting guna mencapai kemandirian ekonomi bagi santri dan pesantren itu sendiri.

Demikian disampaikan Khofifah saat  membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP IPPNU di Gedung Serbaguna Hasbullah Said Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (23-25/1).

“Kami mohon kepada Bapak Wapres Kiai Ma’ruf Amin untuk memberikan semangat kepada anak-anak IPPNU. Mereka memiliki potensi luar biasa dan menjadi penggerak tumbuhnya Nahdlatut Tujjar. Baik melalui sistem online maupun sistem ofline,” katanya.

Khofifah juga mengaku bahwa pemerintah daerah Jawa Timur terus mendorong kemandirian santri dan pesantren. Salah satunya melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Diharapkan setiap pesantren di Jawa Timur kedepannya memiliki minimal satu produk unggulan.

“Di antaranya Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Pesantren An-Nuqoyyah di Sumenep, Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Pesantren Al Hikam di Malang, dan beberapa pesantren lainnya,” terangnya.

Baca: Perayaan Imlek, Presiden: Semoga Indonesia Makin Sejahtera

Program OPOP, lanjut dia, juga sudah menyentuh pemanfaatan alat teknologi modern. Seperti pemasarannya tidak sekadar dipasarkan secara offline, tetapi juga mengoptimalkan market online. “Hari ini, kita bismillah berupaya menembus banyak pasar tidak terkecuali pasar secara online,” tambah Khofifah. (aw/NU Online/medcom).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*