Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I 2020 Turun Jadi 3,9 Miliar Dolar AS

0
103

Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) menyebutkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada kuartal I 2020 sebesar 3,9 miliar dolar AS atau 1,42 persen dari PDB. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini mengkonfirmasi bahwa defisit transaksi berjalan di kuartal I itu lebih rendah 1,5 persen dari PDB dari perkiraan kami di tahun ini defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali di bawah 2 persen dari PDB,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (28/5).

Baca: BI Yakin Neraca Perdagangan 2020 akan Surplus

Perry menjelaskan, defisit CAD yang terkendali tersebut dipengaruhi oleh ekspor yang masih meningkat tipis pada kuartal I 2020, yakni di angka 41,7 miliar dolar AS. Angka tersebut sedikit lebih baik dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 41,2 miliar dolar AS.

Kemudian, adanya penurunan impor pada kuartal I 2020, yakni di angka 31,73 miliar dolar AS atau lebih rendah dari tahun sebelumnya di angka 44,5 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan jasa itu membaik, memang ekspor sedikit peningkatan, tapi terutama penurunan impor,” ujarnya.

Dia menyampaikan, dampak dari pandemi Covid-19 telah menurunkan devisa masuk dari pariwisata karena adanya pembatasan aktivitas antar negara. Untuk itu, perkiraan realisasi dari defisit neraca jasa lebih rendah.

“Tetapi juga diimbangi dengan penurunan pariwisata atau turis yang keluar, baik dari perjalanan luar negeri maupun juga termasuk kegiatan ibadah umrah maupun yang lain.” Ucapnya.

Terakhir, pendapatan primer lebih rendah, termasuk di dalamnya adalah pendapatan bunga berkaitan dengan penurunan Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing.

“Tiga faktor ini menyebabkan defisit transaksi berjalan lebih rendah,” pungkasnya. (sh/tirto/liputan6)

 

 

DISKUSI: