Dampak Pandemi, PP Muhammadiyah Sarankan Yang Kurban Utamakan Sedekah Uang

0
23

Sumber: tribratanewspolresgresik.com

Yogyakarta, Liputanislam.com– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran no 06/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Puasa Arafah, Iduladha, Kurban, dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa Pandemi Covid-19. Tentunya edaran itu sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Seperti diakses di situs resmi Muhammadiyah pada Sabtu (27/6), PP Muhammadiyah menilai bahwa pandemi telah berdampak pada masalah ekonomi dan msalah lainnya di masyarakat. Karena itu, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian pada sesama, PP Muhammadiyah menyarankan kepada masyarakat yang mampu untuk kurban agar mengutamakan sedekah bentuk uang.

“Dengan demikian sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban,” tulisnya.

Menurut PP Muhammadiyah, pelaksanaan ibadah kurban harus memperhatikan nilai-nilai dasar (al-qiyam alasāsiyyah) dan asas-asas umum (al-uṣūl al-kulliyyah) agama Islam. Pertama ialah nilai dasar saling membantu (at-taʻāwun) sebagaimana ditegaskan dalam al Qur’an Surat al Ma’idah (5) ayat 2.

Kedua, nilai dasar solidaritas dengan merujuk pada hadis “barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesengsaraan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesengsaraan hari kiamat, dan barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesukaran, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat…..” (HR. Muslim).

Atas kedua hal itu, maka berarti asas kemanfaatan sebagai turunan dari nilai dasar solidaritas sosial. Prinsip utama yang harus dipegang ialah mendahulukan yang besar manfaat dan kemaslahatannya dari yang penting.

“Atas dasar itu, bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya. Membantu dhuafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan,” tambahnya.

Baca: Pandemi Corona, Jumlah Keluarga Sangat Miskin di Jakarta Meningkat Tajam

Walau demikian, apabila ada yang berkurban maka dapat dilakukan alternatif berikut ini dengan urutan skala prioritas. Misalnya, kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng).

“Akan tetapi jika hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāhibul-qurbān). Dan pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” terangnya. (ar/republika/pikiran-rakyat).

DISKUSI:
SHARE THIS: