Dampak Corona, Menaker Catat 130.456 Orang Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK

0
433

Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Penyebaran virus corona memberikan tekanan yang besar terhadap sektor dunia usaha di Indonesia. Akibat virus ini, sebanyak 130.456 pekerja dirumahkan dan terkena pemutusan hungan kerja (PHK).

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pekerja yang dirumahkan itu terdiri atas pekerja formal, informal, dan buruh. Berdasarkan data pada 4 April 2020, jumlah perusahaan sektor formal yang dirumahkan dan di-PHK mencapai 3.841 pekerja.

Pada sektor informal, jumlah perusahaan yang dirumahkan dan di-PHK mencapai 14.263 orang. Sedangkan, kategor buruh mencapai 64.412 orang.

Baca: 1.174 Hotel di Indonesia Tutup Akibat Corona

“Jadi data per tanggal 4 April, yang dirumahkan maupun di-PHK formal, informal ada 83.137. Per hari ini, datanya itu total 130.456,” kata Ida, Senin (6/4).

Ida menyebutkan, sebanyak 90 persen kebijakan yang diambil oleh dunia usaha adalah merumahkan para pekerjanya. Perusahaan lebih memilih menghentikan sebagian usaha dengan merumahkan pekerja atau meliburkan sementara.

Dia menuturkan, pihaknya saat ini masih melakukan pemilahan terkait data pekerja yang dirumahkan tetap dibayar, dirumahkan namun dibayar setengah gaji, dan pekerja yang dirumahkan tanpa dibayar.

“Kita memang sedang memilah antara kategori tadi,” ujarnya.

Dia menyampaikan, salah satu yang bisa dilakukan oleh Kemenaker khususnya untuk pekerja informal adalah memberikan program padat karya, seperti program pembangunan infrastruktur sosialisasi lingkungan, pada karya produktif, program kewirausahaan, dan program tenaga kerja mandiri.

Selain itu, Kemenaker juga menambah alokasi dana untuk kartu prakerja yang ditujukan untuk korban PHK, yakni dari semula dianggarkan sebesar Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. (sh/kompas/tempo)

 

DISKUSI: