Dampak Corona, Jumlah Penumpang Kereta Api Merosot hingga 90 Persen

0
73

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia telah menghantam berbagai sektor, termasuk transportasi umum, yaitu kereta api. Akibat virus ini, jumlah penumpang kereta api mengalami penurunan hingga 90 persen.

PT Kereta API Indonesia (KAI) mencatat, per 26 Maret 2020, jumlah penumpang kereta api jarrah jauh turun 64 persen. Pada 27 Februari, penumpang mencapai 189.454 orang, sedangkan per 26 Maret jumlah penumpang tinggal 68.325 orang.

Baca: Kemenhub: Jumlah Penumpang Turun 70 Persen

Kemudian, penumpang KRL di wilayah Jabodetabek turun 71,4 persen, yakni dari jumlah penumpang 927.600 orang per 12 Maret 2020 menjadi 265.718 orang per 26 Maret 2020.

Adapun penurunan jumlah penumpang paling drastis terjadi pada penumpang Kereta API Bandara yang dioperasikan oleh PT Railink. Penurunanya mencapai 90,2 persen, yakni dari jumlah penumpang 6.859 orang per 12 Maret menjadi 676 orang per 26 Maret.

VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan mengatakan, PT KAI mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebarah wabah Covid-19. Sampai saat ini, pihaknya telah mengurangi jumlah perjalanan kereta api di beberapa rute.

“Prinsipnya kita mendukung kebijakan pemerintah untuk melawan penyebaran Covid-19,” kata dia, Sabtu (28/3).

Selain itu, PT KAI telah membatalkan perjalanan 28 KA jarak jauh mulai 1 April hingga 1 Mei 2020. Perjalanan 23 KA tersebut berangkat dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Jakarta Kota.

Dalam hal ini, bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan kereta api pada kurun waktu tersebut dapat mengajukan pengembalian bea tiket secra penuh 100 persen di luar bea pesan. (sh/tempo/liputan6)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: