Corona Sebagai Pandemi, Moeldoko: Ikuti Protokol Kesehatan

0
127

Sumber: msn.com

Jakarta, Liputanislam.com– Pemerintah Indonesia melalui Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko menanggapi keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan Virus Corona (Covid-19) sebagai pandemi, yakni suatu penyakit yang menyebar luas. Status itu ditetapkan setelah melihat penyebaran virus yang cepat di Eropa dalam beberapa hari terakhir dan juga penyebarannya ke 114 negara.

Moeldoko mengajak masyarakat Indonesia tetap tenang dan mematuhi protokol yang telah disusun pemerintah. Selain itu, menurut Moeldoko pemerintah juga akan mengundang praktisi, komunitas, akademisi dari perguruan tinggi, dan para dokter untuk kembali menyamakan langkah dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Jadi, kita tidak bertumpu kepada Dinas Kesehatan dan Kemenkes saja, tapi juga bagaimana teman-teman yang tersebar di perguruan tinggi, terutama yang ilmu kesehatan. Besok akan kita undang agar persoalan ini menjadi masif kita bergerak,” ujarnya di Jakarta pada Kamis (12/3).

Moeldoko mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan, terutama di tempat umum seperti sekolah dan moda transportasi massal. Prinsip kehati-hatian harus diterapkan saat berada di kawasan publik demi mencegah virus corona menginfeksi diri. Dalam protokol untuk transportasi publik, penumpang harus mencuci tangan secara rutin. Pengelola layanan transportasi pun diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan.

Baca: Google Hapus Aplikasi Pendeteksi Virus Corona Buatan Iran

Masyarakat juga harus memahami etika batuk dan bersin di tempat umum. Penumpang kendaraan umum yang punya gejala flu dan batuk diminta untuk menggunakan masker. Sementara itu, protokol kesehatan di lingkungan sekolah menyebutkan bahwa siswa yang baru saja bepergian dari negara-negara dengan kasus positif Covid-19 diperbolehkan izin tidak masuk sekolah selama 14 hari.  (aw/kompas/republika).

 

DISKUSI: