Core: Ancaman Resesi Sudah di Depan Mata

0
136

Sumber: katadata.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Eksekutif Center of Reform Economics (Core) Mohammad Faisal memperkirakan Indonesia akan mengalami resesi pada tahun ini.

“Ancaman resesi sudah di depan mata. Walaupun sudah new normal, tapi ekonomi kemungkinan kontraksi pada kuartal II 2020 dan kuartal III 2020,” kata Faisal, Selasa (21/7).

Resesi itu terjadi jika suatu negara mengalami kontraksi ekonomi dalam dua kuartal secara berturut-turut. Jadi, jika ekonomi Indonesia pada kuartal II dan III mengalami kontraksi, maka Indonesia mengalami resesi.

Baca: BI Prediksi Ekonomi RI Kuartal II 2020 Minus 4 Persen

Menurut Faisal, ekonomi Indonesia pada tahun ini akan berada di angka minus 1,5 persen sampai 3 persen. Ekonomi akan terkontraksi 1,5 persen jika puncak penularan virus corona terjadi pada kuartal III 2020. Sedangkan, angka kontraksi ekonomi 3 persen akan terjadi jika kasus penularan virus corona terus meningkat sampai kuartal IV 2020.

“Untuk kuartal ke kuartal akan terjadi kontraksi yang dalam dari 4 persen sampai 6 persen. Ini bisa dimengerti kalau dilihat penambahan kasus virus corona terus terjadi,” ujarnya.

Senada dengan Faisal, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, Indonesia terancam akan mengalami resesi. Hal ini tercermin dari ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan.

Pada kuartal I 2020, Ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,97 persen, melambat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,05 persen. Kemudian, pemerintah telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 minus 3,5 persen hingga 5,1 persen, dengan titik tengah di minus 4,3 persen.

“Ini mengindikasikan bahwa produktivitas perekonomian baik dari sisi permintaan dan produksi mengalami penurunan,” ucapnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI: