BI Prediksi Ekonomi RI Kuartal II 2020 Minus 4 Persen

0
152

Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 terkontraksi cukup dalam di angka 4 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, data-data yang ada menunjukkan adanya penurunan kegiatan ekonomi di Indonesia akibat pandemi Covid-19, terutama pada April dan Mei 2020

“Ini menunjukkan memang kontraksi yang dalam itu terjadi pada kuartal kedua 2020 ini. Perkiraan kami dengan berbagai data-data yang ada memang menunjukkan kontraksi ekonomi Indonesia berkisar sekitar empat persen,” kata Perry di Jakarta, Kamis (16/7).

Baca: Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 Persen

Meski demikian, BI melihat adanya sejumlah indikator yang menunjukkan geliat perekonomian mulai naik, seperti perkembangan positif pada penjualan ritel, Purchasing Manager Index (PMI) ekspektasi konsumen, dan peningkatan berbagai indikator domestik lainnya.

Selain itu, kinerja ekspor pada Juni 2020 dan beberapa komoditas seperti besi dan baja juga membaik seiring peningkatan permintaan dari China untuk proyek infrastruktur.

“Karenanya, kami melihat kemungkinan-kemungkinan ekonomi akan membaik pada kuartal ketiga 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II 2020 akan negatif 4,3 persen. Angka tersebut lebih dalam dari proyeksi sebelumnya yaitu 3,8 persen.

“Jadi kita ekspektasi kuartal II itu kontrakasi yang saya sampaikan di sini -3,5 persen sampai -5,1 persen. Titik poin -4,3 persen. Lebih dalam dari yang kita sampaikan kemarin -3,8 persen,” ungkapnya.

Dia menuturkan, hampir seluruh sektor perekonomian mengalami penurunan, mulai dari perdagangan, manufaktur, pertambangan, dan transportasi.

“Karena orang tidak melakukan travelling, meski terjadi masih sangat kecil pemulihannya, sehingga kontraksi di sektor transportasi dan pertambangan berkontribusi negatif growth yang cukup dalam di kuartal II,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mengejar kinerja perekonomian pada kuartal III. Dia pun optimis perekonomian Indonesia akan membaik.

“Namun titik baliknya ini ingin kita akselerasi, jadi fokus perhatia Pak Presiden,” ucapnya. (sh/medcom/kompas/detik)

 

 

 

DISKUSI: