Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

0
320

Sumber: okezone.com

Jakarta, Liputanislam.com– Aplikasi pesan instan WhatsApp akan menerapkan aturan baru terkait pesan berantai atau forward. Seperti dilansir Republika dan Okezone Jakarta pada Selasa (7/4), pihak WhatsApp mengatakan bahwa pesan berantai (forward) hanya dapat diteruskan ke satu orang. Aturan itu dibuat sebagai upaya mencegah penyebaran berita palsu atau hoaks yang telah banyak terjadi selama wabah virus corona (covid-19).

“Kami tahu banyak pengguna mengedepankan informasi bermanfaat, serta video lucu, meme, dan refleksi atau doa yang mereka temukan bermakna. Dalam beberapa minggu terakhir, orang-orang juga menggunakan WhatsApp untuk mengatur momen dukungan publik bagi para pekerja kesehatan garis depan,” terang WhatsApp.

“Namun, kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah penerusan yang pengguna katakan kepada kami dapat terasa luar biasa dan dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah. Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi,” tambahnya.

Jika sebelumnya, pesan yang telah sebanyak lima kali, dua panah kecil dilampirkan ke pesan dan ditunjukkan kepada siapa saja yang menerimanya.  Sekarang, pesan-pesan itu hanya dapat diteruskan ke satu orang pada satu waktu, bukan lima. Hal itu akan membuat jauh lebih sulit dan lebih lambat untuk menyampaikan pesan secara massal.

Baca: Lawan Hoaks Corona, Penceramah Diminta Tetap Ceramah di Rumah

WhatsApp mengatakan fitur tersebut secara khusus dimaksudkan untuk membatasi viralitas. Hal itu untuk menjaga aplikasi lebih privat dan personal, serta mencari cara untuk memperlambat penyebaran berita palsu dan desas-desus. (aw/republika/okezone).

DISKUSI: