Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Buruh Tolak Perubahan Perhitungan UMP

Published 01/02/2020 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE
Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) menolak rencana pemerintah untuk mengubah perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Pemerintah telah merumuskan perhitungan UMP baru berdasarkan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. Perhitungan tersebut akan dituangkan dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Akan tetapi, presiden ASPEK Mirah Sumirat mengatakan, perubahan perhitungan UMP ini akan membuat upah pekerja semakin kecil dibandingkan dengan formula sebelumnya. Jika UMP semakin turun, maka pekerja semakin miskin.

Baca: Pemerintah akan Rombak Perhitungan UMP

“Semakin menurunkan, semakin memperkecil, memiskinkan,” kata Mirah, Jumat (31/1).

Selain itu, menurutnya, formula UMP yang baru akan meningkatkan ketimpangan upah pekerja. Sebab, dalam formula baru, upah dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah.

Dengan demikian, upah pekerja akan berbeda-beda karena pertumbuhan ekonomi di setiap daerah tidak sama. Dia menilai, jika formula ini tetap diterapkan, maka akan memiskinkan pekerja di daerah.

“(UMP) formula baru) akan lebih murah, karena tidak ada sektor industri, justru itu akan lebih memiskinkan pekerja atau buruh Indonesia ke depannya,” kata dia.

Dia juga berpendapat, kebijakan baru ini tidak punya standar yang pasti. Pasalnya, pemerintah akan menerepakan perhitungan UMP yang baru pada pekerja baru dan formula tersebut tidak diberlakukan jika pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu minus.

“kalau seperti itu tidak ada acuan yang pasti, masuk area abu-abu, bisa dimainkan, bisa sesuka-suka,” ujarnya. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nasional

Masuki Usia 15 Tahun, Organisasi ABI Rilis Siaran Pers Refleksikan Peneguhan Komitmen Kebangsaan

By Muhammad
Nasional

Belajar Isu Palestina Bersama Pakar Timur Tengah di Workshop Free Palestine Network 

By Rachel
Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account