Sumber: indonesia.goi.d

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin pada September 2019 menurun sebesar 0,43 persen atau sebanyak 24,79 juta orang.

“Angka sebesar itu, kalau kita bandingkan dengan bulan Maret 2019 berarti terjadi penurunan sebesar 0,19 persen, di mana angkanya mencapai 358,9 ribu orang. Sedangkan pada bulan September 2019 angkanya mencapai 888,7 ribu orang,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (23/1).

Suhariyanto menyampaikan, penurunan kemiskinan sebagian besar terjadi karena meningkatnya rata-rata upah nominal buruh tani pada September 2019. Pada bulan tersebut, presentase penduduk miskin mencapai 9,22 persen atau menurun 9,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca: Bappenas Targetkan Kemiskinan di Angka 8,1 Persen

Dia menambahkan, jumlah penduduk miskin di perdesaan mengalami penurunan signifikan. Pada Maret 2013, angka kemiskinan di perdesaan tercatat sebesar 14,32 persen atau turun dibandingkan Maret 2018 sebesar 13,20 persen.

Kemudian, angkanya turun lagi pada Maret 2019 sebanyak 12,85 persen. Pada September 2019, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun menjadi 12,60 persen atau 14,9 juta jiwa.

Dia menjelaskan, angka kemiskinan dihitung menggunakan pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dalam pendekatan ini, kemisikinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur berdasarkan garis kemiskinan.

“Metode ini dipakai BPS sejak tahun1998 supaya hasil perhitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu,” ujarnya.  (sh/republika/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*