BPS: Defisit Neraca Perdagangan Sepanjang 2019 Capai 3,2 Miliar Dolar AS

0
93

Sumber: pasardana.id

Jakarta, LipuanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan sepanjang 2019 mengalami defisit sebesar 3,2 miliar dolar AS. Defisit ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,69 miliar dolar AS.

“Defisit ini jauh lebih kecil, hampir sepertiganya dibandingkan defisit 2018 yang mencapai 8,69 miliar dolar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (15/1).

BPS menyebutkan, kinerja ekspor pada 2019 mencapai 167,53 miliar dolar AS lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 180,6 miliar dolar AS. Sedangkan impor turun 9,53 persen menjadi 170,2 miliar dolar AS.

Baca: Neraca Perdagangan Defisit, Jokowi: Dikit-dikit Ngimpor

Secara rinci, penurunan ekspor terjadi pada ekspor migas sebesar 27 persen menjadi 12,54 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas pun turun 4,82 persen menjadi 154,99 miliar dolar AS. Negara tujuan ekspor nonmigas tertinggi adalah China sebesar 25,85 miliar dolar AS, AS 17,68 miliar AS, dan Jepang 13,75 miliar dolar AS.

Sementara itu, impor migas tercatat turun sebesar 26,73 persen menjadi 21,88 miliar dan impor nonmigas turun 6,2 persen menjadi 148,84 miliar dolar AS. Impor tertinggi tercatat berasal dari China sebesar 44,58 miliar dolar AS, Jepang 15,59 miliar dolar AS, dan Thailand 16,41 miliar dolar AS.

Pada Desember 2019, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar 0,03 miliar dolar AS atau lebih rendah dibandingkan November 2019 sebesar 13,9 miliar dolar AS. Defisit terjadi karena neraca migas masih mengalami defisit.

“Defisit pada bulan tersebut salah satunya disebabkan oleh neraca minyak dan gas yang masih mengalami defisit meski neraca non migas masih mengalami surplus,” kata dia.

Dia berharap, ke depannya kinerja ekspor dan impor Indonesia bisa lebih baik lagi sehingga neraca perdagangan mencatatkan surplus.

“Sehingga akhirnya kita bisa mencapai neraca dagang yang surplus seperti yang kita harapkan,” ucapnya. (sh/kontan/cnnindonesia/katadata)

 

 

 

 

DISKUSI: