Neraca Perdagangan Defisit, Jokowi: Dikit-dikit Ngimpor

0
157

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 tercatat mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar AS. Secara akumulatif, sepanjang Januari-November 2019, defisit neraca perdagangan RI mencapai 3,11 miliar dolar AS.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku jengkel karena Indonesia sering mengimpor produk dari luar negeri. Menurutnya, ada oknum yang mengambil keuntungan setiap kali impor dilakukan.

Baca: BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit hingga 1,33 Miliar Dolar AS

Dia menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia sudah lama mengalami defisit karena jumlah impor yang lebih besar dari ekspor.

“Kita ini berpuluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita. Dikit-dikit ngimpor, dikit-dikit ngimpor,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/12).

Dia mengungkapkan, biang kerok dari defisit neraca perdagangan adalah impor di sektor energi. Saat ini impor minyak mencapai 700-800 ribu barel per hari.

“Kurang lebih ya. Per hari. Jangan mikir per tahun. Baik itu minyak maupun gas. Juga ada turunan petrokimia. Sehingga membebani, menyebabkan defisit. Itu bertahun-tahun enggak diselesaikan,” ung”apnya.

Dia menilai, Indonesia seharunya tidak perlu mengimpor gas karena batubara bisa diganti menjadi gas dan produksi batubara di Indonesia sangat melimpah.

Dia mengingatkan oknum yang suka mengimpor gas untuk berhati-hati karena dia akan memperhatikan jika impor terus dilkaukan.

“Kamu hati-hati. Saya ikuti kamu. Jangan menghalangi orang ingin membikin batubara menjadi gas gara-gara kamu senang impor gas. Kalau ini bisa dibikin, ya sudah, enggak ada impor gas lagi. ‘Ya saya kerja apa Pak?’ Ya itu urusanmu, kamu sudah lama menikmati ini,” kata dia. (sh/tempo/detik)

DISKUSI: