BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini 4,6 Persen

0
338

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 4,2-4,6 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, perekonomian Indonesia tertekan oleh pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak pada penurunan kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi. Kebijakan yang diambil seperti pembatasan interaksi publik untuk mencegah penyebaran Covid-19 berimbas pada lesunya aktivitas ekonomi dan terbatasnya pasokan bahan baku produksi dari negara lain.

“Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya permintaan tenaga kerja dan tertahannya pendapatan serta konsumsi sehingga mengurangi permintaan domestik. Selain itu, minat investor untuk masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia, juga menurun seiring melemahnya permintaan komoditas dan manufaktur di samping menurunnya permintaan domestik,” terang Perry, Jakarta, Selasa (28/4).

Baca: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi Cukup Tajam

Meski begitu, Perry masih optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali pulih segera setelah pandemi Covid-19 berakhir. Menurutnya, penyebaran Covid-19 akan mereda pada Juni nanti.

“Kami memprakirakan Covid-19 akan memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada jangka pendek, untuk kemudian pulih dalam lintasan meningkat. Ya, leres, betul. Perkiraan kami bottom mungkin April, Mei, sampai pertegahan Juni. Setelah itu membaik,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penyebaran virus corona akan melambat mulai Juni 2020. Pada Juli, aktivitas masyarakat diperkirakan bisa berangsur normal kembali.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien positif corona di Indonesia per 28 April 2020 sebanyak 9.096 orang, atau bertambah 214 orang dibandingkan satu hari sebelumnya.

Meski demikian, pertumbuhan harian kasus corona di Indonesia semakin melambat. Pada 28 April, kasus bertambah 2,41 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan 2,41 persen merupakan yang terendah sejak 13 April dan jauh di bawah rata-rata pertumbuhan harian selama 3 maret-28 April sebesar 18,97 persen. (sh/cnbcindonesia/wartaekonomi)

 

 

 

 

DISKUSI: