BI: Kinerja Industri Pengolahan Anjlok pada Kuartal II 2020

0
98

Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja industri pengolahan pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi yang dalam.

Kontraksi tersebut dapat dilihat dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 28,55 persen atau turun 45,64 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan 52,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, kontraksi pada kuartal II ini terjadi pada seluruh komponen PMI.

Baca: Ekspor Industri Pengolahan Tembus 42,75 Miliar Dolar AS

“Berdasarkan kegiatan usahanya, seluruh sub sektor mengalami kontraksi atau berada di bawah threshold-nya. Kontraksi terdalam terjadi pada komponen volume produksi dengan indeks 25,36 persen, memburuk dari kuartal sebelumnya sebesar 43,10 persen,” kata Onny, Senin (13/7).

BI mencatat, secara sectoral kontaksi terdalam terjadi pada sub sektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki. Kemudian, diikuti sub sektor barang kayu dan hasil hutan lainnya, serta kertas dan barang cetakan.

Meski demikian, BI memprediksi kinerja sektor industri pengolahan akan membaik pada kuartal III 2020. PMI BI pada kuartal tersebut diperkirakan mencapai 45,72 persen atau meningkat dibandingkan kuartal II 2020 sebesar 28,55 persen.

“Seluruh komponen pembentuk PMI Bank Indonesia mengalami perbaikan meskipun masih berada pada fase kontraksi. Peningkatan tertinggi terjadi pada komponen indeks volume total pesanan dan volume produksi,” ujarnya. (sh/medcom/liputan6)

DISKUSI: