Bantu Sesama, RMI NU Gelar Program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji

0
173

Sumber: republika.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) mengatakan bahwa pihaknya saat ini bersama para kiai dan pesantren menggelar program Program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta. Program ini menurutnya sebagai salah satu bentuk upaya membantu sesama, salah satunya guru ngaji di tengah situasi sulit wabah sekarang ini.

“Tempo hari, banyak orang yang menyerukan peduli Ojek Online (ojol) dengan memberikan bantuan. Ini bagus. Namun tidak cukup di situ. Sebab, banyak komponen bangsa yang terdampak lebih serius. Salah satunya adalah para guru ngaji di langar-langgar, musholla, dan pesantren. Kelompok ini kurang mendapatkan perhatian dan sering terlupakan” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id pada Sabtu (16/5).

“Karena itu, RMI NU membuat Program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta ini ingin menjangkau para guru Ngaji yang terdampak namun sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Jadi kriteria yang mendapatkan bantuan ini tiga; 1) guru ngaji 2) bukan PNS, 3) belum mendapatkan bantuan” tambahnya.

Gus Rozin menjelaskan bahwa program ini mendapat dukungan dari para kiai, pengasuh pesantren dan bu Nyai Nusantara. “Kita bersyukur, program Bingkisan Lebaran Untuk Guru Ngaji ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari publik, dari para kiai, pengasuh pesantren dan influencer,” katanya.

“Bahkan, KH. Musthofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus juga turut berkontribusi dalam gerakan ini, serta mengajak kita semua untuk turut berdonasi untuk Guru Ngaji melalui RMI NU” imbuh Gus Rozin.

Baca: MUI Imbau Masyarakat Tak Saling Berkunjung Saat Idul Fitri

Ada sejumlah tokoh yang turut serta terlibat dalam program Kado Lebaran Untuk Guru Ngaji Tercinta ini. Beberapa di antaranya adalah Gus Mus, Gus Miftah, Gus Rozin, Gus Lukman Haris Dimyati, Gus Hilmi Muhammad, Ajengan  Amin Maulana, Gus Mahrus Iskandar, Gus Zaki Hadzik, Nyai Maslachatul Ammah Sholeh, serta sejumlah Kiai dan Bu nyai lainnya. (aw/republika/RMINU).

DISKUSI: