Sumber: bacapesan.com

Jakarta, Liputanislam.com– Direktur Merial Institute,  Arief Rosyid Hasan mengatakan bahwa bonus demografi yang di miliki Indonesia harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, para pemuda yang merupakan penggerak bangsa harus mampu membuka diri dengan cara banyak melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Melihat problematika bangsa dan tantangan berupa bonus demografi yang sedang berlangsung di negeri ini, pemuda Islam harus membuka pikiran bahwa jalan terbaik mengatasi itu semua bahkan banyak hal strategis lain adalah melalui kolaborasi,” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id pada Sabtu (18/1).

Arief mengingatkan, Indonesia harus mampu bergerak cepat untuk meraih kemajuan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Sebab, Indonesia sejauh ini tertinggal sekitar 5-10 tahun dari negara-negara maju, baik di Asia maupun Eropa.

“Ini menandakan bahwa bangsa kita harus melakukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan. Ini saatnya kita bangun kolaborasi, layani generasi,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama Laznas BMH,  Marwan Mujahidin mendorong para anak muda agar mampu memanfaatkan secara maksimal kemajuan yang ada sekarang, yakni era digital. Anak muda dituntut kemampuan menghadirkan konten yang kreatif dan inovatif.

Baca: Kementan Sebut Luas Sawah Berkurang 650 Ribu Hektare per Tahun

“Era digital ini kita dituntut untuk mampu berpikir kreatif, inovatif, dan akseleratif. Karena semua serba cepat dan banyak pihak yang ingin memanfaatkannya, maka dai muda harus mampu melakukan hal itu. Karena tantangan digital secara prinsip memang ada pada ide baru,” katanya. (aw/hidayatullah/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*